This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label KISAH NABI DAN PARA ULAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH NABI DAN PARA ULAMA. Tampilkan semua postingan

Mei 11, 2011

Didikan Guru Terhadap Muridnya

Pada suatu zaman ada seorang murid yang ta’at kepada gurunya, setelah ia belajar lama ia pun kembali ke kampung asalnya, tahun demi tahun ia lalui yang akhirnya beliau menjadi seorang yang alim yang terkenal di kampung itu dan di juluki “Syekh Maulana Kendi”. Kenapa beliau di juluki Maulana Kendi?, karena beliau tidak lepas dengan kendi tersebut untuk mengambil air wudhu dan untuk beliau minum airnya, keta’atan ibadahnya sehingga beliau tidak memiliki harta apapaun, kecuali gubuk kecil yang beliau tempati bersama seorang muridnya yang beliau sayangi. Keta’atan dan ketaqwaannya menjadikan contoh untuk muridnya yang selalu mendampinginya sehingga muridnya pun menjunjung tinggi ahlak dan kebesaran ilmunya.
Pada suatu saat Syekh Kendi menceritakan tentang gurunya yang berada di negeri seberang dan akhirnya menyuruh muridnya untuk menemuinya, keesokan harinya sang murid berangkat kenegeri seberang dan sampailah didepan gerbang guru besar Syekh Kendi, maka murid Syekh Kendi bertanya : “Apakah ini rumah guru besar Syekh Kendi?”, rumah yang bagaikan istana yang luas, penjaga yang begitu banyak membuat keraguan murid Syekh Kendi, seraya dihati berkata : “Guruku Syekh Kendi miskin tak punya apa-apa sedangkan guru besarnya seperti ini”. Bertambah keanehannya di kala melihat didalam istananya bangku-bangku emas dan mahkota emas dan begitu gemerlapan emas yang ada di dalam rumahnya. Dan akhirnya berjumpalah murid Syekh Kendi dengan guru besarnya yang bernama Syekh Sulaiman (Guru dari Syekh Kendi), tiba-tiba beliau berkata : “Apakah engkau murid Syekh Kendi murid dari pada kesayanganku?” benar wahai guru besar (Guru Sulaiman), beri kabar kepada muridku agar dia lebih zuhud lagi didunia dan salamkan ini kepadanya, kebingungan bertambah, guruku yang miskin di suruh tambah miskin lagi menurut kata hatinya, dan pertanyaan ini membuat bingung dan akhirnya keesokan harinya dia pulang menuju rumah Syekh Kendi gurunya dan membawa pertanyaan yang membingungkan, setibanya dia dirumah Syekh Kendi dengan gembira Syekh Kendi menyambut kedatangannya seraya bertanya : “Apa kabar yang kau bawa dari guruku tercinta?” muridnya menceritakan : “Wahai guruku aku diberi kabar agar engkau lebih zuhud lagi hidup didunia.”, tiba-tiba Syekh Kendi menangis, menangis dan menangis lalu mengambil kendinya dan memecahkannya seraya berkata : “Benar guruku, benar guruku”.
Ketahuilah wahai muridku kemewahan dan keindahan Syekh Sulaiman guruku tak sedikitpun masuk kedalam hatinya, sedangkan aku selalu mencari-cari kendiku dan aku takut kehilangannya, ini yang menyebabkan aku kurang zuhud kepada Allah SWT, karena masih ada dihatiku dunia. 


Januari 23, 2011

Kisah Karamah al-Habib Muhammad al-Muhdhor Bondowoso

Sepucuk telegram dari pekalongan 

Salah satu diantara tokoh Habaib yang dekat dengannya adalah al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Attas, pekalongan al-Habib Muhamad al-Muhdhor menganggap al-Habib Ahmad al-Attas adalah guru dan orang tuanya. al-Habib Muhammad sering sekali berkunjung ke pekalongan.
 Apabila ia datang,al-Habib Ahmad menyuruh para muridnya untuk menyebutnya dengan tabuhan genderang dan untaian sya'ir Meski al-Habib Muhammad al-Muhdhor lebih muda dan menganggap dirinya sebagai guru, namun al-Habib Ahmad sangat menghormatinya luar biasa.
 al-Habib Ahmad pun sering mengunjunginya di Bondowoso, bahkan, ketika telah lanjut usia dan kakinya sudah lumpuh,al-Habib Ahmad bersama isteri, anak, dan sejumlah muridnya mengunjungi al-Habib Muhammad al-Muhdhor di kediamannya di Bondowoso.

Januari 15, 2011

Kisah Karamah al-Habib Husein Luar Batang

al-Habib Husein dan Sinyo Belanda
  Suatu hari, al-Habib Husein dengan di temani oleh Hji Abdul Kadir, Seorang Tionghoa muslim yang menjadi murid al-Habib Husein, sedang duduk berteduh di sebuah taman di daerah Gambir,Jakarta Pusat.
 Pada saat mereka sedang beristirahat, Meliaht seorang sinyo.Kemudian oleh al-Habib Husein dipeganglah pundak anak tersebut seraya berkata kepada Haji Abdul Kadir :"Lihatlah,bahwa kelak anak itu akan menjadi GUbernur Jendral di Batavia."
Anak kecil Belanda itu ketakutan dan berlari ke pembantunya.

Januari 14, 2011

Menangis karena Takut kepada Allah

Allah Ta’ala berfirman:
   “Allah telah menurunkan perkataan yang paling
baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayatayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya
kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya,
kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di
waktu mengingat Allah.” (Qs Az-Zumar [39] : 23)
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi
pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an
dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur
atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka
berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya
janji Tuhan kami pasti dipenuhi". Dan mereka
menyungkur atas muka mereka sambil menangis

dan mereka bertambah khusyu'.” (QS Al-Israa [17] :
107-109)

Desember 23, 2010

Ringkasan SIFAT SHALAT NABI Shallallahu 'alaihi wa sallam

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani
Perhatian : Tulisan ini hanya ringkasan, bagi pembaca yang ingin mengetahui dalil-dalilnya dipersilahkan
merujuk buku aslinya iaitu : "Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam", oleh Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albaani, dengan edisi Indonesia diterbitkan oleh Gema Risalah Press - Bandung.
 
I. MENGADAP KA'BAH
1. Apabila anda - wahai Muslim - ingin menunaikan shalat, menghadaplah ke Ka'bah
(qiblat) dimanapun anda berada, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah, sebab ini
termasuk diantara rukun-rukun shalat, dimana shalat tidak sah tanpa rukun ini.
2. Ketentuan menghadap qiblat ini tidak menjadi keharusan lagi bagi 'seorang yang
sedang berperang' pada pelaksanaan shalat khauf saat perang berkecamuk dahsyat.
Dan tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang tidak sanggup seperti orang
yang sakit atau orang yang dalam perahu, kendaraan atau pesawat bila ia
khawatir luputnya waktu.
Juga tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang shalat sunnah atau witir
sedang ia menunggangi hewan atau kendaraan lainnya. Tapi dianjurkan
kepadanya - jika hal ini memungkinkan - supaya menghadap ke qiblat pada saat
takbiratul ikhram, kemudian setelah itu menghadap ke arah manapun
kendaraannya menghadap.
3. Wajib bagi yang melihat Ka'bah untuk menghadap langsung ke porosnya, bagi
yang tidak melihatnya maka ia menghadap ke arah Ka'bah.

Desember 10, 2010

NABI ADAM .AS

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Desember 07, 2010

HABIB HUSEIN BIN ABI BAKAR AL IDRUS (LUAR BATANG)

Habib husein bin abi bakar al idrus lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, Datang di Betawi sekitar tahun 1746 M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau wafat di Luar Batang, Betawi tanggal 24 Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah. . Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath. Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang,menurut Habib Musthofa Alidrus yang selalu membacakan Manaqib Habib husein Alidrus pada acara haul diwaktu Habib Husein masih hidup beliau pernah berkata kepada seorang opsir belanda “nanti suatu saat kamu akan menjadi orang besar”, opsir tsb tdk


ShoutMix chat widget
make widget

1

free counters click here Advertisement Top Banner

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites