This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan

Juli 04, 2011

Al Quran Salah Cetak Beredar di Tarakan

x111410_822635_Al_quran_PB.jpg.pagespeed.ic.M1tybojZUV.jpg (470×310)
TARAKAN– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan menemukan kitab Alquran salah cetak yang beredar di wilayah itu. Penemuan ini bermula dari laporan Kelompok Pengajian di Karang Balik, Rabu (22/6) lalu. Dalam Alquran itu ditemukan kesalahan isi pada pada surah Al-Qashash (28), ayat 42 dan 43 juz 20 yang tercetak pada halaman 891. Pada ayat 42 surah tersebut berawalan dengan kalimat"Falamma jaat….", sedangkan di ayat 43 berbunyi "Wa saddaha..", sementara ayat 42-43 yang benar berbunyi "Wa atba’naahum fii haadzihid dun-yaa..", serta "Wa la qad aatainaa…".

Dianggap Buang-Buang Waktu, Banyak TKI Dilarang Shalat oleh Majikan Arab

JAKARTA, - Berbagai perlakuan tidak baik warga Arab kepada para tenaga kerja asal Indonesia terus terungkap. Selain berbagai tindakan kekerasan hingga pelecehan seksual, para majikan juga kerap melarang TKI untuk melaksanakan ibadah shalat.
Ketua Pusat Kajian Wanita Jender Universitas Indonesia Sulistyowati Irianto, mengatakan, hasil penelitiannya terhadap 70 TKI di Abu Dabi dan 100 TKI di Dubai, 75 persennya dilarang menunaikan shalat oleh majikan.

Gila!! Sepasang Remaja Bersetubuh di Altar Gereja di Hadapan Jemaat

OSLO – Ini benar-benar gila. Di tengah keramaian jemaat, sepasang remaja nekad melakukan hubungan seks di depan altar Gereja Katedral Oslo, Norwegia, dibantu oleh jurukamera yang mengabadikan adegan mesum. Mereka terancam penjara hanya 16 hari.
Mereka asyik telanjang sekaligus melakukan adegan seks di tengah aktivitas Katedral yang mulai ramai. Perbuatan bejat ini tertangkap tangan seorang pengunjung gereja. Ia segera melakukan panggilan darurat ke nomor 999.
"Kami menangkap tiga orang yang terlibat aktivitas seks," kata juru bicara polisi yang tidak disebutkan namanya dalam Australian Time, kemarin (15/6/2011).

Mei 22, 2011

Wow! Rekor Terbanyak Ibu Melahirkan adalah 69 Anak

Shuya - Dulu saat saya masih kecil, pernah mendengar rekor ibu yang memiliki anak terbanyak di kecamatan bisa mnecapai 19 anak. Dari sini penulis sudah berpikir betapa kuatnya sang ibu yang telah melahirkan sebanyak itu.

Tapi tahukah Anda berapa rekor terbanyak seorang ibu melahirkan anak kandungnya? Menurut kabar yang berkembang di berbagai blog dan news dunia, rekor terbanyak perempuan melahirkan dialami seorang perempuan yang memiliki 69 anak. Wow! Luar biasa bukan?

Yah, perempuan yang istimewa ini konon telah melahirkan 16 pasang kembar, 7 set kembar tiga dan 4 set kembar empat, dengan total kelahiran mencapai 27 kali dalam tempo antara tahun 1725-1765 atau 40 tahun.

Siapa gerangan wanita yang memiliki ‘jalan lahir’ istimewa ibarat sekuat baja ini? Tidak ada yang tahu pasti siapa namanya. Yang pasti ia adalah istri pertama dari Feodor Vassilyev (1707-1782), seorang petani dari daerah Shuya, Rusia.

Tentu sulit membayangkan bagaimana perut ibu satu ini yang telah dihuni sekian bayi mungilnya, belum lagi soal bagaimana ia mengasuh dan menyusui si anak? Yah butuh ekatra sabar dan ekstra lain bila dibandingkan ibu-ibu di era sekarang bukan?

Dari 69 anak yang terlahir, memang tersisa 67 anak yang terus selamat dalam masa pertumbuhan. Tentu pada masa itu para suami dan istri masih kurang peduli soal biaya yang dibutuhkan untuk memelihara anak-anak mereka. Mereka berprinsip sederhana dan hanya menjalani saja. Memang pada periode ini, memiliki keluarga besar dan banyak konon menguntungkan karena mereka dibesarkan untuk bekerja dan membantu perekonomian keluarga, tanpa banyak berfikir bagaimana mengejar impian mereka untuk hidup seperti apa.

Yah, poligami pun belum begitu dikenal saat itu, maka kesetiaan pada satu istri dengan banyak anak seolah menjadi hal biasa. Hal yang cukup disayangkan, sang istri pertama ini kemudian meninggal akibat bunuh diri. Tidak banyak yang tahu juga kenapa si perempuan memutuskan bunuh diri, apakah akibat depresi atau faktor lain.

Setelah sang istri meninggal, Feodor kemudian mengambil istri lagi. Dan yang unik dan perlu diacungi jempol, Feodor tak hanya berhasil memperistri seorang wanita, namun juga mampu membujuknya untuk dapat mengurus ke 69 anak dari istri pertamanya yang ditinggal mati tersebut. Wah bisa dibayangkan lagi bukan? Bagaimana 67 anak yang hidup tersebut harus diurus oleh seorang ibu.

Banyak nama yang harus dihafal, belum lagi soal kemiripan diantara anak yang kembar. Sebuah pekerjaan mulia yang sulit dimaui, kalau tidak dilandasi kemanusiaan. Yang terpenting, istri kedua Feodor ini tidak sampai bunuh diri lagi, akibat beban yang harus ia jalani.

The Guinness Book of World Records edisi 2004 pernah menjelaskan Mrs Feodor Vassilyev, istri seorang petani Rusia Shuya, ini sebagai ibu yang paling produktif yang pernah ada di dunia.

Namun, setelah berita sempat dimuat, ada seorang wanita Chili yang mengaku memiliki 58 anak. Namun setelah Mrs Leontina Espinoza dari Chile ini meninggal, penyelidikan polisi menetapkan bahwa ibu paling produktif ini pun telah berbohong, dan menambahkan 42 keturunan tambahan untuk penghitungan aktualnya yang hanya 16. Akhirnya pemerintah Chili memutuskan bahwa Leontina telah mengarang cerita kelahiran untuk mendapatkan bantuan makanan dari pemerintah

Hal yang menggelitik lagi, jika masing-masing anak dari sejumlah 67 itu ketika besar menghasilkan 2 anak lagi, padahal jumlah ini tergolong sangat rendah untuk ukuran jaman dahulu, dan 2 anak tersebut menghasilkan 2 cucu lagi, dan dengan perkiraaan jarak antar generasi sekitar 25 tahun, maka pada satu masa keturunan Feodor sudah bisa mencapai 70 ribu orang. Sebuah keluarga besar yang sungguh sangat istimewa bukan? Padahal ini baru dengan 2 anak, kalau ada yang lebih dari dua, tentu menjadi heboh lagi. 
SUMBER

Anak Mantan Presiden AS Berpose Telanjang di Majalah

New York - Putri dari mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan berpose berani dalam sebuah majalah AS. Dalam pose itu, Patti Davis tidak mengenakan sehelai benang pun alias telanjang.

Walaupun umur Davis kini telah menginjak 58 tahun, dirinya terlihat tidak canggun, Seperti dilansir Dailymail.co.uk, Davis tampil sangat relaks dengan posenya itu.

Namun dia mengakui bahwa tubuhnya berubah dan buktinya adalah bisa dilihat pada bagian siku.

"Aku sangat kecewa dengan siku saya. Jika Anda mengambil foto close-up dari mereka, Anda akan berpikir, "Wow, orang yang sangat tua".

"Sebenarnya ada prosedur operasi plastik untuk mengencangkan kulit di siku, tapi yang tampaknya sedikit berlebihan untuk saya, belum lagi operasi itu mahal."

"Saya telah belajar untuk menghargai tubuh saya," ujar putri Ronald Reagan. Anak perempuan dari mantan Presiden Ronald Reagan memang kerapkali menyajikan kontroversi. Pada usia 15 tahun dirinya kecanduan obat-obatan dan tubuhnya menjadi kurus kering.

Davis sebenarnya bukan kali ini saja tampil telanjang di sebuah majalah. Pada tahun 1994, Davis pernah berpose tanpa sehelai benang di majalah Playboy. Namun, berpose telanjang di usia 58 tahun adalah suatu prestasi besar bagi siapapun, bahkan untuk orang seperti Patti Davis.

Setelah berpose telanjang pada tahun 1994, dirinya dengan santai menanggapi kritik dan kecaman yang datang kepadanya. mengingat statusnya sebagai anak dari mantan Presiden AS.

"Aku tidak melakukan ini untuk orang tua saya, saya melakukannya untuk saya sendiri. Ini adalah kemenangan saya," tandas Davis.
SUMBER

Mei 16, 2011

Pertama Kalinya, Tim Wanita Muslim Penjinak Ranjau

NICOSIA (Berita SuaraMedia) – Ayah dari Sabah Masaeed, seorang penggembala Yordania, kehilangan satu kakinya beberapa tahun lalu ketika ia melangkah pada sebuah ranjau darat. Begitu juga dengan pamannya.
Hari ini, ia telah menjadi seorang anggota dari tim pertama yang semuanya adalah wanita yang mengabdi untuk membersihkan ranjau darat secara manual.
"Setiap hari, saya merasa sakit dan menderita ketika saya melihat ayah saya," Masaeed, 27 tahun, mengatakan.
"Paman saya juga kehilangan satu kakinya dalam kecelakaan yang serupa. Cara ranjau darat mengubah hidup orang-orang selamanya adalah sebuah tragedi yang nyata," ia mengatakan, berbicara di kota timur laut Mafraq.
Sabah merupakan satu dari 23 wanita Yordania yang telah dilatih oleh agensi Norwegia untuk memberanikan diri satu dari pekerjaan yang paling berbahaya di dunia dalam suatu luas wilayah dengan pertambangan.
Wanita-wanita tersebut, berumur antara 20 sampai 36 tahun, telah dikontrak oleh Badan Bantuan Norwegia (NPA) untuk bekerja berdampingan dengan 150 para laki-laki dalam memindahkan 136.000 ranjau darat yang telah tersebar di sepanjang perbatasan Yordania dengan Syria sejak tahun 1970an.
Seperti wanita lainnya dalam tim, ia sadar akan bahaya yang terbentang di depannya tetapi bersikeras bahwa ia dapat mengatasi tantangan tersebut.
"Saya tidak takut untuk memindahkan ranjau-ranjau tersebut, dan keluarga saya telah mendukung saya untuk melakukan hal tersebut. Saya ingin membantu untuk menyingkirkan bahaya darat tersebut, yang mengancam hidup ratusan orang."
Menurut NPA, para wanita tersebut telah menjalani kursus selama enam minggu dalam pembersihan ranjau darat secara manual pada Rabu, akan membentuk tim penjinak ranjau pertama yang beranggotakan wanita di Timur Tengah.
Teman satu tim Masaeed adalah lulusan universitas, petani, pembuat rumah, yang direkrut oleh NPA di desa-desa di Yordania Utara. Pada awalnya 38 wanita bergabung dalam program pelatihan pada Oktober tetapi hanya 23 yang lulus pelatihan tersebut.
Semua wanita tersebut beragama Islam dan memakai jilbab.
"Saya tahu, pekerjaan ini mempertaruhkan nyawa saya"
Mereka masing-masing akan mendapatkan gaji bulanan sebesar 540 dinar (760 Dollar), dengan menerima jaminan sosial, kesehatan, kecelakaan, dan asuransi hidup, menurut NPA, yang telah menjalankan operasi penjinakan di Yordania sejak 2006.
Walaa Andali, 21 tahun, mempertimbangkan bahaya dari bekerja di daerah beranjau dan memutuskan bahwa pekerjaan ini dapat membantunya memenuhi kebutuhan 12 anggota keluarganya dan juga menabung untuk membuka sebuah salon penata rambut.
"Saya sadar bahwa memindahkan ranjau darat akan menjadi bahaya dan mungkin akan mengorbankan nyawa saya," Andali mengatakan.
"Tetapi pada waktu yang sama, pekerjaan ini layak dan mungkin dapat membantu saya memulai kehidupan profesional. Saya juga ingin meningkatkan keadaan finansial saya, membuka salon penataan rambut milik saya sendiri dan membeli mobil saya sendiri."
Parwin Mahdawi, 32, mempelajari desain fashion dan Bahasa Inggris di Amerika Serikat selama tiga tahun sebelum memutuskan untuk bergabung dengan tim tersebut.
"Saya menyukai pekerjaan kemanusiaan yang menantang ini walaupun pekerjaan ini berbahaya dan sulit," ia mengatakan.
"Saya hanya harus fokus pada pekerjaan saya dan tetap pada peraturan dan segalanya akan baik-baik saja, itu sudah kehendak Tuhan," ia mengatakan.
Imam Mohammed, 26 tahun, harus merayu keluarganya bahwa ia dapat melakukan pekerjaan tersebut.
"Keluarga saya mengatakan kepada saya untuk menjauh dari sebanyak mungkin dari pekerjaan berbahaya ini. Tetapi saya telah meyakinkan mereka bahwa saya harus mencoba keberuntungan saya dalam hidup ini dan melanggar pembatas dari rasa takut akan ranjau darat ini."
Manager operasi NPA J Paneer Selvam mengatakan bahwa para wanita tersebut mengincar tugas tersebut bahkan jika "dibanding dengan para pria, mereka secara fisik mungkin lebih lemah."
"Kami terkesan dengan gadis-gadis ini. Mereka berpendidikan baik, termotivasi dengan baik dan antusias," ia mengatakan.
"Kami telah melatih mereka tanpa menghadapi masalah apa pun. Mereka dengan pasti dapat melakukannya."
Para wanita tersebut juga telah memenangkan pujian untuk keseksamaannya.
"Statistik penjinakan seluruh dunia telah menunjukkan bahwa ketika penjinak ranjau wanita mungkin lebih lambat dari pada rekan prianya, pekerjaan mereka lebih tekun," manager program NPA di Yordania, Stephen Bryant.
Pada 1993, Yordania mulai membersihkan lebih dari 300.000 tambang ranjau selama konflik Israel-Arab berturut-turut. Setahun kemudian Yordania dan israel menandatangani sebuah perjanjian perdamaian.
NPA mengatakan bahwa pihaknya telah membersihkan sekitar 60.000 tambang, terutama di Wadi Araba pada perbatasan Israel, dan penjinakan di utara direncanakan selesai pada akhir 2011. 

Yahudi Amerika Temukan Kebenaran Dalam Islam

PHILADELPHIA (Berita SuaraMedia) - Bagi banyak orang, kata 'Islam' memunculkan gambaran kekerasan, bom bunuh diri dan perang suci. Tapi tidak bagi Maryam Kabeer Faye, seorang warga Amerika kelahiran Yahudi. Dia percaya agama yang ia anut setelah perjalanan spiritual yang panjang melambangkan kedamaian, cinta dan ampunan.
Kabeer Faye menggambarkan pengalaman transformatifnya, dari akar Yahudinya menuju Islam Sufi, dalam buku terbarunya, "Journey through Ten Thousand Veils: the Alchemy of Transformation on Sufi Path."
Sejauh yang bisa ia ingat, Maryam Kabeer Faye merindukan pemenuhan spiritual.
Dia dilahirkan tahun 1946 di keluarga Yahudi liberal di Hollywood, California. Walaupun orang tuanya sangat baik dan penuh cinta, mereka bukan orang yang religius, yang membuat Kabeer Faye mengalami kekosongan spiritual.
Di usia 12 tahun, dia diberi perkamen bercat pria kuno dengan kata-kata, "Carilah dan kebenaran akan membebaskanmu." Pesan itu beresonansi dengannya saat dia tumbuh dalam hiruk pikuk iklim politik di tahun 1960an.
Di usia 16 tahun, dia masuk ke Universitas California, Berkeley, kemudian sebuah persemaian aktivisme sosial dan politik. Sementara di sana, dia belajar pengajaran Al-Qur'an, kitab suci Advaita Vedanta - sebuah bentuk filosofi Hindu - dan puisi filsuf abad ke-13 Jalaluddin Rumi.
Dia meninggalkan Berkeley hanya setelah dua tahun, untuk memulai perjalanan spiritualnya untuk menemukan apa yang ia sebut "kebenaran."
"Bukan suatu agama tertentu yang aku cari atau yang aku ketahui," ujar Kabeer Faye. "Aku mencari kebenaran yang membebaskan, darimanapun panggilan itu berasal."
Panggilan itu mengarahkannya ke sebuah tempat yang jauh dari pantai Amerika, termasuk Afrika, Asia, Eropa dan Timur Tengah. Saat itu perjalanan dengan bus melewati padang pasir Afrika ketika ia pertama kali berhadapan dengan agama yang akan menjawab spiritualismenya.
"Bus itu bergerak menuju tengah gurun dan pada saat tertentu panggilan sholat terdengar mendayu-dayu di padang pasir itu - pertama kalinya saya mendengarnya - dan kemudian bus itu berhenti dan semua orang berkulit berwarna keluar dari bus," dia ingat. "Semua orang memiliki sajadah mereka sendiri dan membentangkannya di padang pasir dan sholat. [Itulah] pertama kalinya saya melihat orang sholat dengan cara itu. Dan itu sungguh sangat suci dan indah dan benar-benar mengundang."
Kabeer Faye telah menyaksikan apa yang semua Muslim yang saleh praktekkan lima kali sehari. Mereka meninggalkan aktivitas lainnya, menghadap ke arah kota suci Muslim, Mekkah, dan berlutut dalam ibadah.
Pengalaman itu adalah sebuah panggilan yang akhirnya ia jawab.
"Tak terhitung, tak terhitung banyaknya momen kebangkitan yang mengarahkanku menuju jalan Islam, dan dalam itu, menuju praktik sufisme, atau Tasawuf, yang bagiku secara rumit bersatu dengan Islam," Kabeer Faye menjelaskan.
Sufisme muncul sebagai gerakan terorganisasi setelah kematian Nabi Muhammad SAW, nabi sentral agama Islam. Banyak yang menganggap ini bentuk mistis Islam.
"Ini semacam hiasan cahaya interior dalam praktik Islam, yang menghasilkan yang terbaik di dalamnya. Itu adalah cinta, pengampunan, kebaikan, kebijaksanaan, cahaya," ujar Kabeer Faye. "Dan itulah takdir yang ditandai untukku,  yang diputuskan untukku."
Dia belajar dan bepergian dengan guru Sufi di Israel, Sri Lanka, Senegal dan Gambia, dan juga lebih dekat dengan rumah di Pennsylvania dan Carolina Selatan, untuk memperdalam pemahamannya tentang bentuk khusus dari Islam ini.
"Pengalaman yang aku miliki ini bukan dengan studi abstrak Sufisme di buku-buku - karena kita bisa selalu membaca tentang Sufisme di abad ke-12 - tapi dalam kasusku, takdirku dipandu dari satu guru Sufi ke guru yang lainnya, sampai guruku yang saat ini, yaitu Syekh Harun Rashid Faye dari Senegal, Afrika Barat."
Dari guru inilah Maryam Kabeer mendapat nama belakangnya.
Kabeer Faye mengakui bahwa sementara banyak orang percaya kalau Islam itu agama yang keras, Islam yang ia tahu dan dipeluknya itu adalah agama pengampunan dan belas kasihan.
"Saya tidak bisa menghitung orang-orang yang saya temui yang merupakan orang-orang yang paling murah hati, baik, dan banyak memberi, mencintai, perhatian," dia mengatakan. "Yaitu, memedulikan anak yatim, orang cacat, memperhatikan wanita, memperhatikan aku. Bagaimana saya menjadi Muslim? Karena cinta itu. Bagaimana saya menyalurkannya pada orang lain? Melalui cinta itu."
Siapapun yang mendukung kekerasan atas nama Islam, ujar Kabeer Faye, telah mengubah agama yang sebenarnya.
"Saya belajar dengan meneliti, bahwa bunuh diri dilarang dalam Islam, dan membunuh orang tak bersalah dilarang dalam Islam, dan bahkan menebang pohon dalam pertahanan perang itu dilarang. Jadi kehidupan itu didukung oleh Islam. Oleh karena itu penindasan dan agresi dilarang, sedangkan pengampunan, toleransi, kebaikan dan amal diperintahkan."
Terlahir sebagai Yahudi tapi sekarang Muslim, Maryam Kabeer Faye tinggal di Philadelphia dengan anaknya, Issa.
Selain menghadiri konferensi dan loka karya, Kabeer Faye mengajar bahasa Arab dan studi Islam bagi wanita dan anak perempuan di Amerika Serikat dan di Gambia juga.
Dan, seminggu sekali, dia mengunjungi penjara dimana ia berbicara pada para tahanan tentang kekuatan transformatif keyakinannya.
Sekarang setelah perjalanan pembelajaran spiritual pertamanya telah selesai, dia sudah memulai perjalanan kedua sebagai penulis dan guru untuk berbagi pengetahuan yang dia dapatkan sepanjang pengalaman hidupnya dengan Muslim dan non-Muslim yang serupa.


ShoutMix chat widget
make widget

1

free counters click here Advertisement Top Banner

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites